Pertanyaan dan jawaban: Pelacakan kontak untuk COVID-19
Apa itu pelacakan kontak?
Pelacakan kontak adalah proses mengidentifikasi, menilai, dan mengelola orang-orang yang telah terpapar suatu penyakit untuk mencegah penularan lebih lanjut. Orang-orang tersebut disebut kontak erat. Pelacakan kontak erat untuk COVID-19 meliputi upaya identifikasi orang yang mungkin terpapar dengan SARS-CoV-2, yaitu virus yang menyebabkan COVID-19, dan pemantauan harian atas kontak erat setiap hari selama 14 hari. Tujuannya adalah untuk menghentikan penularan virus dengan mengurangi jumlah orang pembawa virus yang berkegiatan.
Bagaimana cara kerja pelacakan kontak?
Pelacakan kontak adalah suatu proses yang meliputi beberapa langkah berikut:
• Definisi kontak: kontak adalah seseorang yang telah terpapar dari orang lain yang terinfeksi virus penyebab COVID-19, dari 2 hari sebelum hingga 14 hari setelah orang tersebut mulai menunjukkan gejala.
• Mengidentifikasi kontak: identifikasi kontak dilakukan melalui wawancara dengan orang yang terinfeksi virus penyebab COVID-19 untuk mengetahui dengan siapa mereka telah melakukan kontak.
• Informasi kepada kontak: setiap kontak dihubungi melalui telepon atau secara langsung untuk menentukan apakah mereka memenuhi definisi kontak dan kemudian dipantau. Setiap orang yang dikonfirmasi sebagai kontak harus diberi informasi tentang tujuan pelacakan kontak, prosesnya (termasuk perlindungan atas data pribadi mereka), dan siapa yang harus dihubungi terkait setiap kekhawatiran atau pertanyaan. Informasi penting tentang bagaimana dan kapan karantina dilakukan, gejala yang harus dipantau, dan apa yang harus dilakukan jika orang tersebut merasa tidak sehat harus diberikan.
• Mengelola dan memantau kontak setiap hari: kontak yang telah diidentifikasi harus didorong dan didukung untuk tetap melakukan karantina, yaitu memisahkan diri dari orang lain untuk membatasi kemungkinan orang lain menjadi terinfeksi kalau-kalau kontak tersebut sakit. Selama masa karantina, pemantauan kesehatan harian harus dilaksanakan untuk memantau tanda-tanda penyakit pada kontak . Pemantauan berakhir di hari ke-14 setelah orang tersebut melakukan kontak terakhir dengan orang yang terinfeksi virus penyebab COVID-19.
• Proses dan analisis data: Informasi dari setiap kontak dikumpulkan dalam basis data dan diperbarui setiap harinya terkait pemantauan status kesehatan orang tersebut. Proses-proses ini berbeda-beda dari satu negara dengan negara lain. Lihat pertanyaan Apa saja yang harus dipertimbangkan untuk perlindungan data?
Bagaimana cara kerja pelacakan kontak?
Kontak didefinisikan sebagai setiap orang yang berkontak langsung atau berada dalam jarak 1 meter selama setidaknya 15 menit dengan seseorang yang terinfeksi virus penyebabCOVID-19, bahkan jika kasus konfirmasi tidak mengalami gejala. Kontak harus tetap dalam karantina mandiri selama periode pemantauan 14 hari untuk membatasi kemungkinan orang lain terinfeksi kalau-kalau kontak tersebut sakit.
Dapatkah pelacakan kontak, apakah membantu dalam pengendalian penyebaran virus?
Ya; ketika diterapkan secara sistematis, pelacakan kontak akan memutus rantai penularan, yang artinya penularan virus dapat dihentikan. Oleh karena itu pelacakan kontak merupakan alat kesehatan masyarakat yang penting untuk mengendalikan wabah penyakit menular, seperti COVID-19.
Kapan pelacakan kontak harus dilakukan?
Pelacakan kontak yang komprehensif harus dilakukan segera setelah kasus atau kluster teridentifikasi. Selama terjadinya transmisi yang intens, pelacakan kontak mungkin sulit dilakukan tetapi harus dilaksanakan sejauh mungkin, dengan fokus pada kontak yang rentan dan kontak rumah tangga, petugas kesehatan, dan tempat tertutup yang berisiko tinggi (seperti asrama, panti, rumah perawatan, dan fasilitas berjangka panjang lainnya).
Ketika negara-negara telah melewati puncak penularan dan jumlah orang yang sakit menurun, terutama selama penyesuaian tindakan kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial yang ketat, sangat penting agar identifikasi orang yang sakit dan pelacakan kontak dipertahankan. Identifikasi dan investigasi ini memutus rantai transmisi baru.
Apa yang terjadi jika Anda adalah seorang kontak?
Jika Anda kemungkinan adalah kontak, seharusnya otoritas kesehatan menghubungi Anda terlebuh dahulu melalui telepon atau secara langsung untuk menentukan apakah Anda memenuhi definisi kontak, yaitu setiap orang yang telah berkontak langsung atau berada dalam jarak 1 meter selama setidaknya 15 menit dengan seseorang terinfeksi COVID-19. Jika Anda dikonfirmasi sebagai kontak, Anda kemudian akan didorong dan didukung untuk melakukan karantina, yang berarti memisahkan diri dari orang lain, dan untuk memantau gejala penyakit Anda. Pemantauan berakhir pada hari ke-14 sejak Anda terakhir berkontak dengan orang yang terinfeksi COVID-19.
Dengan berpartisipasi dalam pelacakan kontak, Anda berkontribusi kepada pengendalian penyebaran virus penyebab COVID-19 di daerah Anda; orang-orang yang rentan akan terlindung, dan pembatasan kegiatan lain, seperti anjuran umum untuk tinggal di rumah, dapat dihindari atau diminimalkan. Tindakan ini merupakan tindakan solidaritas untuk komunitas Anda.
Siapa saja yang diperlukan untuk keberhasilan pelacakan kontak?
Semua orang diperlukan agar pelacakan kontak berhasil, dan pelacakan kontak dimulai dengan pelibatan masyarakat. Dibutuhkan persetujuan individu untuk dipantau secara harian, bersedia segera melaporkan tanda-tanda atau gejala COVID-19, dan melakukan karantina selama setidaknya 14 hari, atau isolasi jika mengalami gejala. Penularan virus yang menyebabkan COVID-19 hanya dapat dihentikan jika kita semua menjalankan peran kita melindungi keluarga, teman, dan masyarakat.
Pelacakan kontak hanya mungkin dilakukan jika petugas pelacakan kontak dilatih mengenai dasar-dasar penularan virus, tindakan pencegahan dan pengendalian, cara memantau tanda dan gejala, serta etika pengawasan kesehatan masyarakat dan karantina. Idealnya, petugas pelacakan kontak direkrut dari masyarakatnya sendiri, termasuk pemerintah daerah, masyarakat madani dan lembaga swadaya masyarakat, mahasiswa, dan relawan dari masyarakat.
Alat apa saja yang digunakan untuk melacak kontak?
Pelacakan kontak dilakukan oleh orang-orang yang ditugaskan dan dilatih untuk melakukan kegiatan yang penting untuk memutus rantai penularan ini. Alat elektronik dan teknologi informasi tidak diperlukan untuk melacak kontak tetapi dapat membantu supaya lebih efisien dan berguna jika pelacakan kontak perlu dilakukan dalam skala besar. Banyak alat digital yang telah dikembangkan untuk membantu pelacakan kontak COVID-19 dan identifikasi kasus. Hal ini tidak boleh dianggap sebagai solusi tunggal untuk pelacakan kontak, melainkan sebagai alat pelengkap dan harus diidentifikasi dan dianalisis dengan cermat terkait sisi-sisi teknis, biaya, dan etikanya.
Aplikasi perangkat lunak Go.Data, misalnya, dirancang untuk mendukung pelacakan kontak dan pengawasan dalam wabah seperti penyakit virus Ebola. Ada alat-alat lain yang dapat digunakan oleh seorang kontak untuk melaporkan secara mandiri gejala yang sedang dirasakan, dan ada juga aplikasi pelacak jarak yang dapat melacak pergerakan orang untuk mengindikasikan potensi paparan terhadap dan pada orang lain.
Informasi lebih lanjut tentang pelacakan kontak dalam konteks COVID-19:
https://www.who.int/publications/i/item/WHO-2019-nCoV-Contact_Tracing-Tools_Annex-2020.1
Apa saja yang harus dipertimbangkan dalam perlindungan data?
Etika informasi kesehatan masyarakat, perlindungan data, dan privasi data harus dipertimbangkan di semua tingkat kegiatan pelacakan kontak, pelatihan pelacakan kontak, dan penggunaan alat pelacakan kontak, khususnya dalam hal-hal berikut:
• Harus ada perlindungan yang menjamin privasi dan perlindungan data sesuai dengan kerangka hukum negara di mana sistem diterapkan.
• Setiap orang yang terlibat dalam pelacakan kontak harus mematuhi prinsip-prinsip etik dalam menangani informasi pribadi, untuk memastikan data dikelola dengan bertanggung jawab dan privasi dihormati di seluruh proses.
• Bagaimana data akan dikelola, disimpan, dan digunakan perlu dikomunikasikan kepada pihak yang berkepentingan secara jelas dan transparan. Hal ini penting bagi penerimaan dan keterlibatan serta untuk menghindari kesalahan persepsi yang dapat mengurangi efektivitas program pelacakan kontak.
• Alat digital yang digunakan untuk pelacakan kontak harus dikaji sebelum digunakan untuk memastikan perlindungan data sesuai dengan peraturan nasional.