WHO/Michael Vurens van Es
Advokasi di sekolah-sekolah dengan cakupan imunisasi rendah membantu Sumenep membangun kembali kepercayaan dan meningkatkan imunisasi campak.
© Credits

Sumenep Berhasil Mengakhiri KLB Campak

9 February 2026
Highlights
Reading time:

Sumenep, kabupaten di ujung timur Pulau Madura, Jawa Timur, menghadapi peningkatan cepat kasus campak sekitar bulan Agustus 2025. Keterlambatan deteksi, cakupan imunisasi yang rendah, dan keraguan masyarakat menimbulkan risiko bagi anak-anak. Dengan suspek campak–rubela sebanyak 2.996 dan kasus konfirmasi campak sebanyak 205, tindakan segera dilakukan untuk memutus penyebaran dan mencegah bertambahnya kematian.

Mendukung upaya kabupaten tersebut, World Health Organization (WHO) bekerja dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan dinas kesehatan kabupaten setempat untuk memperkuat investigasi kejadian luar biasa (KLB), meningkatkan upaya surveilans, dan mempercepat imunisasi. Tim WHO melakukan analisis root cause analysis, investigasi epidemiologis, dan advokasi dengan para pemimpin setempat. Upaya-upaya ini diperkuat dengan adanya sosialisasi dan focus-group discussion yang melibatkan tiga rumah sakit dan kepala-kepala puskesmas untuk mempersatukan respons lintas sektor.

Selain itu, WHO mensupervisi pelaksanaan imunisasi respons KLB, menjalankan pelatihan on-the-job training untuk tenaga kesehatan, serta memperkuat surveilans dan sistem data. Didukung pelibatan masyarakat dan kampanye imunisasi terarah, Sumenep meningkatkan secara signifikan deteksi kasus serta mencapai cakupan imunisasi menjadi 96,1%. Upaya-upaya terkoordinasi ini memungkinkan kabupaten tersebut untuk memutus penyebaran campak dan mengakhiri status KLB.

Upaya respons di Sumenep menunjukkan peran koordinasi cepat dan kolaborasi lintas sektor dalam menghentikan KLB penyakit menular. Rangkaian tindakan tersebut juga menyoroti pentingnya surveilans , penjangkauan masyarakat, dan imunisasi dalam melindungi anak-anak, mencegah kematian, dan pada akhirnya memperkuat kembali ketahanan kesehatan.


Ditulis oleh Mindo Nainggolan, National Coordinator MR Elimination and Polio Outbreak Response, WHO Indonesia