Untuk disiarkan segera                                                                                                                       Siaran Pers

 

Menyorot Kontribusi Penting Perempuan dalam

Masa Pandemi COVID-19 Melalui Komik dan Ilustrasi

 

Jakarta, 21 Desember 2020 – UN Women, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), dan World Health Organization (WHO) mengumumkan para pemenang Kompetisi Komik dan Ilustrasi “Perempuan dan COVID-19”. Kompetisi yang didukung oleh Pemerintah Jepang ini, menyorot pengalaman pandemi COVID-19 dari perspektif perempuan dan anak perempuan di Indonesia. Sebanyak 372 karya terkumpul dari seluruh Indonesia yang masing-masing memotret pemahaman para peserta tentang bagaimana kehidupan perempuan terdampak oleh pandemi dan bagaimana perempuan memainkan peran sentral dalam pencegahan penyebaran COVID-19 dan dalam menjaga keluarga dan komunitas mereka tetap aman.

“Inspirasi di balik gambar saya yang berjudul ‘Ibu Kepala Keluarga’ adalah mama yang merupakan orang tua tunggal, berperan sebagai ibu sekaligus kepala keluarga,” ucap Lidya Permata Sari, sarjana muda dan pemenang dari kategori usia 15-24 tahun. “Peran penting perempuan di rumah dan dalam masyarakat merupakan topik yang penting bagi saya. Sebagai seorang illustrator perempuan, mengangkat realita yang dihadapi perempuan merupakan satu cara untuk mendukung perempuan lainnya yang memainkan peran penting selama pandemi COVID-19.”

“Situasi pandemi yang dibarengi dengan sekolah daring telah meningkatkan beban pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan bagi perempuan. Hal-hal ini mempengaruhi kesehatan fisik dan mental perempuan. Pembagian kerja rumah tangga dan pengasuhan yang setara sangat penting di masa-masa seperti ini, untuk membantu menyeimbangkan beban pekerjaan dalam rumah tangga,” ujar Rahmawati Yayu Ningsih, ilustrator lepas dan pemenang kategori usia 25 tahun ke atas.

Pandemi ini telah meningkatkan ketidaksetaraan gender yang sudah ada sejak sebelumnya dan telah mempengaruhi perempuan dan anak perempuan secara tidak proporsional. Perempuan kehilangan sumber penghidupan karena banyak dari mereka bekerja di sektor-sektor yang paling terdampak oleh COVID-19. Laporan terbaru dari UN Women menunjukkan bahwa meskipun lebih banyak laki-laki yang meninggal karena virus ini, kesehatan jiwa perempuan mengalami dampak lebih besar: 57% perempuan mencatat peningkatan stres dan kecemasan, dibandingkan dengan 48% laki-laki. Meningkatnya pekerjaan rumah tangga dan kerja pengasuhan tak berbayar, kecemasan akan kehilangan pendapatan, dan dampak pembatasan pergerakan terhadap kekerasan berbasis gender, semuanya merupakan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kondisi kesehatan jiwa.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemenang kompetisi komik dan ilustrasi “Perempuan dan COVID-19” yang diselenggarakan oleh beberapa organisasi dunia yang peduli terhadap isu ini. Menteri Bintang berharap masyarakat dapat memetik hikmah dari pandemi COVID-19 dan mengingatkan agar tetap disiplin mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak di lingkungan masing-masing agar kita bisa melewati pandemi ini.

“Saya gembira melihat hasil lomba yang telah mendorong kepedulian tentang COVID-19 dan telah dirasakan oleh anak-anak dan masyarakat di seluruh Indonesia. Teruslah berprestasi dalam mengembangkan kreativitas di bidang seni atau bidang-bidang lainnya. Kepada penyelenggara, saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan kerja sama yang terbangun dalam penyelenggaraan kompetisi ini. Mudah-mudahan kerjasama ini dapat terus kita bangun dan berlanjut di masa yang akan datang, dengan tema-tema yang berbeda, khususnya dalam memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak. Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Indonesia Maju.” tutur Menteri Bintang.

“Kekuatan ilustrasi sering kali lebih kuat dari kekuatan kata. Komunikasi dan peningkatan perhatian adalah salah satu kunci untuk menanggulangi pandemi COVID-19, dan komik dan ilustrasi dapat menjadi media untuk mendorong hal tersebut,” ungkap Tamura Masami, Minister, Deputy Chief of Mission, Embassy of Japan in Indonesia.

“Saya sangat senang melihat banyak sekali karya-karya bagus yang masuk dan bakat-bakat yang luar biasa berpartisipasi dalam kompetisi ini. Melihat semua komik dan ilustrasi yang telah dikirimkan memberi kita gambaran bagaimana hidup perempuan di Indonesia berubah selama pandemi, tantangan yang mereka hadapi, serta kontribusi penting mereka dalam pencegahan penyebaran COVID-19. Saya juga sangat senang melihat bahwa beberapa karya yang dikirimkan juga menangkap perubahan norma-norma sosial untuk mendorong pembagian pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan yang setara,” ucap Valerie Julliand, UN Resident Coordinator. “Saya mengapresiasi kolaborasi UN Women, WHO, dan Kemen PPPA dalam mencari upaya kreatif dalam mendorong diskusi tentang kesetaraan gender dan COVID-19.”

Kompetisi Komik dan Ilustrasi “Perempuan dan COVID-19” diluncurkan pada bulan Oktober 2020 lalu. Kompetisi ini terbuka bagi para Warga Negara Indonesia berusia 15-24 tahun untuk Kategori I dan usia 25 tahun dan lebih untuk Kategori II. Para peserta diajak untuk membuat dan mengirimkan komik atau ilustrasi asli yang merefleksikan tema perempuan dan COVID-19 yang termasuk kepemimpinan dan kontribusi perempuan dalam penanggulangan COVID-19; perubahan norma-norma sosial yang positif untuk mempromosikan pembagian pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan, serta perawatan yang setara, dan/atau situasi perempuan selama pandemi COVID-19 dan perubahan yang ingin dilihat oleh peserta. Batas akhir pengiriman karya jatuh pada tanggal 28 November 2020 dan pengumuman pemenang dilaksanakan dalam sebuah upacara penghargaan virtual.

 

###

 

Tentang UN Women
UN Women merupakan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berdedikasi untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Upaya UN Women didasarkan pada keyakinan dasar bahwa setiap perempuan berhak menjalani hidup yang bebas dari kekerasan, kemiskinan, dan diskriminasi, dan bahwa kesetaraan gender merupakan prasyarat dalam tercapainya pembangunan global.

Tentang WHO
World Health Organization (WHO) didirikan pada tahun 1948 sebagai otoritas pengarah dan koordinator kesehatan masyarakat global di dalam sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa. WHO bekerja bersama pemerintah di 194 Negara Anggota, di 6 kawasan di dunia, dan dengan lebih dari 150 kantor WHO untuk mempromosikan kesehatan, menjaga agar dunia aman, dan melayani kelompok rentan. Target kami di tahun 2019-2023 adalah untuk memastikan 1 miliar lagi orang mendapatkan manfaat dari cakupan kesehatan semesta, untuk melindungi 1 miliar lagi orang dari kedaruratan kesehatan, dan memastikan 1 miliar lagi orang menikmati kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik. #HealthforAll

Kontak Media
UN Women             : Radhiska Anggiana, Advocacy and Communication Officer, radhiska.anggiana@unwomen.org
Kemen PPPA          : Irma, kerjasama@kemenpppa.go.id
WHO                       : Communication Team, seinocomm@who.int