Indonesia terus menghadapi tantangan dalam memastikan tenaga keperawatan dapat terdistribusi dengan baik dan siap menghadapi masa depan. Meskipun negara ini memiliki pasokan perawat memadai dengan sekitar 20 perawat per 10.000 penduduk, masih ada kesenjangan dalam kualitas pendidikan, jalur karir, layanan kesehatan, dan kepemimpinan. Ini membutuhkan tindakan terkoordinasi berdasar data yang kuat dan bukti global.
Dengan latar belakang ini, World Health Organization (WHO) mendukung Kementerian Kesehatan untuk menyebarluaskan State of the World’s Nursing 2025 dan meluncurkan kurikulum Instruktur Klinis Keperawatan pada 11 Desember 2025 di Poltekkes Kemenkes Surabaya. Lembaga pendidikan ini merupakan bagian dari Jaringan Politeknik Kesehatan (Poltekkes), Pusat Kolaborasi WHO untuk Pendidikan dan Pengembangan Keperawatan dan Kebidanan. Acara ini bertujuan menyajikan berbagi bukti yang jelas dan praktis tentang tenaga keperawatan, serta mendukung langkah nyata aksi yang selaras dengan merespons prioritas Indonesia.
Program ini menampilkan dialog kebijakan tentang kondisi keperawatan dunia yang mempertemukan para pembuat kebijakan, pendidik, organisasi profesional, perawat garda depan, dan mahasiswa. Presentasi utama membahas tinjauan global dan regional tentang tren tenaga keperawatan, kemajuan dan tantangan di Indonesia, serta tata kelola keperawatan dan pengembangan kompetensi di negara ini. Diskusi berpusat pada empat area prioritas: pendidikan, pekerjaan, pemberian layanan, dan kepemimpinan. Tema-tema ini mencerminkan area fokus kebijakan inti dari strategi keperawatan global dan memberikan kerangka kerja bagi peserta untuk mempertimbangkan cara bukti dapat menjadi pertimbangan dalam aksi di tingkat nasional.

Diseminasi State of the World's Nursing 2025 dan peluncuran Instruktur Klinis Keperawatan dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Kesehatan, WHO, pimpinan keperawatan, akademisi, dan mahasiswa. Kredit: Poltekkes Kemenkes Surabaya
Acara ini juga ditandai dengan menandai penyerahan simbolis kurikulum Instruktur Klinis Keperawatan dari tim pengembang kepada Direktur Pusat Kolaborasi Poltekkes WHO. WHO mendukung pengembangan kurikulum tersebut dengan memberikan masukan teknis dan memastikan kurikulum mencerminkan standar dan bukti global, khususnya dalam keterampilan praktis, pengajaran klinis, dan pengembangan tenaga kesehatan. Dukungan ini diberikan dengan kolaborasi erat bersama mitra nasional untuk memastikan kurikulum sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Kurikulum yang diperbarui ini dikembangkan berdasarkan pendekatan yang telah ada, serta diharapkan mendukung lingkungan pembelajaran klinis yang profesional, efektif, dan peka budaya. Sehingga, kualitas lulusan keperawatan dan layanan kesehatan meningkat.
“Perawat di Indonesia sangat penting untuk memajukan cakupan kesehatan universal semesta dan memperkuat perawatan kesehatan primer. State of the World’s Nursing 2025 menawarkan prioritas kebijakan berbasis bukti sebagai bahan dialog nasional dan mendorong investasi berkelanjutan dalam pendidikan keperawatan, lapangan kerja, kepemimpinan, serta penyampaian layanan. Sehingga, tenaga keperawatan menjadi lebih kuat, didukung, dan siap menghadapi masa depan,” kata Dr. Midori Anami Akimoto, Regional Nursing Officer, WHO Western Pacific Regional Office.
Dialog ini juga mendukung akses lebih setara terhadap layanan kesehatan dengan membentuk keputusan tentang lokasi dan cara perawat dilatih serta ditempatkan. Dialog ini pun menjadi masukan bagi penerapan inisiatif seperti program Instruktur Klinis Keperawatan untuk meningkatkan kualitas pelatihan klinis dan kesiapan lulusan baru. Ini membantu memastikan perawat lebih siap dan terdistribusi lebih merata di seluruh sistem kesehatan.
WHO Indonesia akan terus bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan mitra untuk mendukung pelatihan Instruktur Klinis Keperawatan, menggunakan temuan laporan dalam perencanaan tenaga kerja, serta memperkuat kerja sama antara lembaga pendidikan, layanan kesehatan, dan pembuat kebijakan.
Dokumen terkait:
- State of the World’s Nursing 2025
- Profil Indonesia dalam State of the World’s Nursing 2025 (dalam Bahasa Inggris)
Ditulis oleh Zakiyah Eke, National Professional Officer (Health Workforce), WHO Indonesia