WHO berkolaborasi dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) untuk menyusun rencana komunikasi risiko dan pelibatan masyarakat (KRPM) yang terkontekstualisasi untuk pandemi COVID-19.
Melalui pemanfaatan media dan kanal komunikasi digital alternatif, rencana ini akan terdiri dari kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menjangkau anak-anak - terutama remaja - dan keluarga yang memiliki anak berusia di bawah lima tahun dan menyampaikan informasi penting mengenai strategi-strategi pencegahan COVID-19. Rencana ini juga akan memperkuat kapasitas tenaga kesehatan garis depan sebagai komunikator utama untuk hal-hal seputar COVID-19.
Rencana ini akan didukung oleh materi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) yang berisikan pesan-pesan utama yang disusun setelah melakukan penilaian cepat terhadap audiens yang relevan.
Penilaian cepat yang selesai dilakukan pada akhir bulan Juli diadakan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penerimaan dan kebutuhan informasi masyarakat terkait dengan upaya mengurangi transmisi COVID-19. Penilaian ini mencakup sebuah lokakarya awal dan pertemuan-pertemuan untuk mengoordinasikan proses ini serta diskusi langsung dengan anggota masyarakat dan tenaga kesehatan. Penilaian ini berhasil mengidentifikasi mitra dan kanal komunikasi yang berpotensi untuk menyebarkan pesan penting kepada audiens yang ditargetkan di 16 kabupaten/kota yang berpartisipasi dari empat provinsi: Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Papua, dan Kalimantan Barat.

Keterangan: Lokakarya dan pertemuan selama penilaian cepat membantu koordinasi pengumpulan informasi yang diperlukan dari masyarakat. Kredit: WVI
Saat ini, hasil penilaian ini sedang dianalisis dan akan membentuk dasar rencana KRPM terkontekstualisasi yang baru.
WVI mengoordinasikan penyusunan rencana ini di tingkat kabupaten/kota dengan pemangku-pemangku kepentingan setempat untuk memastikan bahwa proyek ini dapat secara komprehensif meningkatkan pengetahuan masyarakat dan penerimaan praktik-praktik pencegahan terkait penurunan transmisi COVID-19.

Keterangan: Diskusi dengan pemangku-pemangku kepentingan utama, seperti tenaga kesehatan dan anggota masyarakat, guna mengetahui kebutuhan komunikasi untuk pelibatan masyarakat. Kredit: WVI
Diseminasi rencana dan pesan-pesan utama direncanakan untuk dimulai pada bulan September dan akan terus berlanjut hingga Desember. Karena pemberlakuan pembatasan perjalanan yang membatasi kesempatan untuk melakukan kunjungan selama pandemi ini, pemantauan berkala kegiatan-kegiatan lapangan dan kemajuan implementasi rencana akan lebih banyak dilakukan dari Jakarta menggunakan platform-platform digital (situs web, dashboard, dan survei) dan kanal-kanal daring (surel, WhatsApp, dan pertemuan virtual) untuk mengikuti dampak kegiatan komunikasi.
Kemitraan di antara WHO dan WVI akan melengkapi intervensi-intervensi promosi kesehatan lainnya yang telah dijalankan sebagai bagian dari respons COVID-19. Selain itu, penyusunan rencana KRPM terkontekstualisasi dilakukan di saat di mana penguatan pelibatan dan pemahaman masyarakat di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau menjadi semakin penting dalam upaya menurunkan transmisi COVID-19 di seluruh Indonesia.
Keterangan gambar utama: Penilaian lapangan cepat memberikan kesempatan untuk lebih memahami kemampuan penerimaan masyarakat dan kesenjangan informasi, terkait strategi penurunan transmisi COVID-19. Kredit: WVI
Melalui pemanfaatan media dan kanal komunikasi digital alternatif, rencana ini akan terdiri dari kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menjangkau anak-anak - terutama remaja - dan keluarga yang memiliki anak berusia di bawah lima tahun dan menyampaikan informasi penting mengenai strategi-strategi pencegahan COVID-19. Rencana ini juga akan memperkuat kapasitas tenaga kesehatan garis depan sebagai komunikator utama untuk hal-hal seputar COVID-19.
Rencana ini akan didukung oleh materi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) yang berisikan pesan-pesan utama yang disusun setelah melakukan penilaian cepat terhadap audiens yang relevan.
Penilaian cepat yang selesai dilakukan pada akhir bulan Juli diadakan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penerimaan dan kebutuhan informasi masyarakat terkait dengan upaya mengurangi transmisi COVID-19. Penilaian ini mencakup sebuah lokakarya awal dan pertemuan-pertemuan untuk mengoordinasikan proses ini serta diskusi langsung dengan anggota masyarakat dan tenaga kesehatan. Penilaian ini berhasil mengidentifikasi mitra dan kanal komunikasi yang berpotensi untuk menyebarkan pesan penting kepada audiens yang ditargetkan di 16 kabupaten/kota yang berpartisipasi dari empat provinsi: Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Papua, dan Kalimantan Barat.

Keterangan: Lokakarya dan pertemuan selama penilaian cepat membantu koordinasi pengumpulan informasi yang diperlukan dari masyarakat. Kredit: WVI
Saat ini, hasil penilaian ini sedang dianalisis dan akan membentuk dasar rencana KRPM terkontekstualisasi yang baru.
WVI mengoordinasikan penyusunan rencana ini di tingkat kabupaten/kota dengan pemangku-pemangku kepentingan setempat untuk memastikan bahwa proyek ini dapat secara komprehensif meningkatkan pengetahuan masyarakat dan penerimaan praktik-praktik pencegahan terkait penurunan transmisi COVID-19.

Keterangan: Diskusi dengan pemangku-pemangku kepentingan utama, seperti tenaga kesehatan dan anggota masyarakat, guna mengetahui kebutuhan komunikasi untuk pelibatan masyarakat. Kredit: WVI
Diseminasi rencana dan pesan-pesan utama direncanakan untuk dimulai pada bulan September dan akan terus berlanjut hingga Desember. Karena pemberlakuan pembatasan perjalanan yang membatasi kesempatan untuk melakukan kunjungan selama pandemi ini, pemantauan berkala kegiatan-kegiatan lapangan dan kemajuan implementasi rencana akan lebih banyak dilakukan dari Jakarta menggunakan platform-platform digital (situs web, dashboard, dan survei) dan kanal-kanal daring (surel, WhatsApp, dan pertemuan virtual) untuk mengikuti dampak kegiatan komunikasi.
Kemitraan di antara WHO dan WVI akan melengkapi intervensi-intervensi promosi kesehatan lainnya yang telah dijalankan sebagai bagian dari respons COVID-19. Selain itu, penyusunan rencana KRPM terkontekstualisasi dilakukan di saat di mana penguatan pelibatan dan pemahaman masyarakat di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau menjadi semakin penting dalam upaya menurunkan transmisi COVID-19 di seluruh Indonesia.
Keterangan gambar utama: Penilaian lapangan cepat memberikan kesempatan untuk lebih memahami kemampuan penerimaan masyarakat dan kesenjangan informasi, terkait strategi penurunan transmisi COVID-19. Kredit: WVI