Respons HIV Indonesia saat ini, termasuk dengan dukungan Grant Cycle 7 Global Fund, masih menghadapi kesenjangan koordinasi, integrasi layanan, dan keberlanjutan yang terus ada. Karena itu, penilaian komprehensif dan multisektoral untuk mengarahkan prioritas selanjutnya perlu diadakan.
World Health Organization (WHO) mendukung pelaksanaan kajian bersama Joint Programme Review (JPR) HIV, yang melibatkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kementerian-kementerian lain, badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), masyarakat sipil, komunitas, lembaga donor, dan para mitra termasuk Global Fund dan proyek EPIC, yang didanai US Agency for International Development.
Kajian ini menilai kinerja, pembiayaan, pemberian layanan, dan tata kelola program. Rekomendasi-rekomendasi dihasilkan, berkenaan dengan diagnosis dini, inisiasi pengobatan, retensi pasien, dan dukungan komunitas. Paket rekomendasi ini mendorong integrasi layanan HIV dan layanan lain, khususnya layanan TB; pembiayaan di sepanjang tahap (kaskade) perawatan; dan upaya penurunan stigma dan penyediaan informasi. Pengembangan model layanan dan pembiayaan khusus untuk Papua dan daerah-daerah tertinggal juga diserukan, dengan sasaran target “95–95–95”.
Dengan mempererat dialog dengan kementerian perencanaan pembangunan nasional, keuangan, dan dalam negeri serta lembaga-lembaga lain, kajian bersama ini memperkuat akuntabilitas, keselarasan, dan tanggung jawab bersama. Rekomendasi-rekomendasi dapat mengarahkan rencana strategis nasional Kemenkes dan kegiatan-kegiatan yang didukung Grant Cycle 8 Global Fund, sehingga membantu Indonesia mempertajam respons HIV-nya dalam mewujudkan layanan yang berkeadilan, terintegrasi, dan berkelanjutan bagi populasi-populasi terdampak.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara para penerima manfaat primer (primary recipient) Global Fund (Kemenkes, Spirita dan Indonesia AIDS Coalition) dan badan-badan PBB (WHO, UNAIDS, UNICEF, dan UNFPA).
Ditulis oleh Budiarto, National Professional Officer (HIV/STI/Hepatitis), dan Eva Kartikasari, HIV, Hepatitis, STI and EMTCT Program Officer, WHO Indonesia