Kajian Kausalitas Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI): Panduan Pengguna untuk Klasifikasi WHO Terbaru Edisi Kedua, 2019., 2nd ed., 2019 update
Overview
Sejak publikasi "Causality assessment of an adverse event following immunization (AEFI), user manual for the revised WHO classification" pada tahun 2013, banyak negara di seluruh dunia tertarik menggunakan metodologi kajian kausalitas terbaru tersebut untuk sistem farmakovigilans vaksin. WHO memberikan dukungan teknis dan membantu meningkatkan kapasitas di negara-negara di semua kawasan WHO yang ingin menggunakan metodologi terbaru ini. Perangkat lunak kajian kausalitas kejadian ikutan pasca-imunisasi dikembangkan, diterjemahkan ke enam bahasa Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan disediakan secara daring.
Dalam beberapa waktu terakhir, metodologi baru ini dievaluasi secara ilmiah. Pada April 2017, WHO mengoordinasikan sebuah proyek di India dan Zimbabwe yang berjudul Inter-country study to assess the inter-rater reliability of the WHO AEFI causality assessment methodology and the utility of the new WHO AEFI causality assessment software. Aspek kuantitatif dalam studi ini mengidentifikasi area-area dalam metodologi ini yang dapat diperkuat dengan penggunaan bahasa, semantik, dan grafik yang lebih akurat dan jelas.
Selain itu, umpan balik dari sistem surveilans dan studi penelitian lain memberikan bukti-bukti baru dalam area-area seperti vaksin tidak memenuhi standar dan palsu, kecemasan imunisasi, dan "immunization stess-related responses" yang perlu diintegrasikan ke dalam panduan terbaru ini.