Pada tanggal 2 Juni 2020, pengadaan lima ventilator oleh United Nations Development Programme (UNDP), World Health Organization (WHO), dan International Organization for Migration (IOM) diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kesehatan.
Ventilator-ventilator ini tiba di Jakarta pada akhir bulan Mei bagian dari upaya bersama oleh ketiga badan PBB tersebut untuk memberikan bantuan kepada Pemerintah Indonesia dalam responsnya terhadap COVID-19.
Dalam satu bulan mendatang, WHO, UNDP, dan IOM bersama-sama akan memberikan total 33 ventilator kepada Indonesia, di mana 27 di antaranya didapatkan dari kemitraan WHO dengan Pemerintah Jepang.
“Jepang senang dapat membantu Indonesia pada saat kemitraan sangat dibutuhkan untuk mengatasi tantangan-tantangan pandemi COVID-19 dan memberikan perawatan kepada yang membutuhkan,” ujar Ishii Masafumi, Duta Besar Jepang untuk Indonesia.
Pemerintah Jepang memberikan kontribusi sebesar US$11,5 juta kepada Kantor WHO Kawasan Asia Tenggara dan kantor perwakilan di Indonesia untuk kegiatan-kegiatan terkait respons COVID-19 di Indonesia. Dana ini akan digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang menekan transmisi COVID-19 antarmanusia dan memberikan perawatan bagi pasien-pasien yang terdampak COVID-19 dan keluarganya, termasuk donasi 150 ventilator.
Meskipun banyak pasien terdampak COVID-19 tidak memerlukan perawatan di rumah sakit, bagi pasien sakit parah yang paru-parunya telah rusak akibat penyakit ini, ventilator dapat membantu pernapasan dengan cara mendorong masuk udara yang kaya akan oksigen ke dalam paru-paru. Ventilator diharapkan membantu pasien melawan virus ini serta untuk pulih.
“Di seluruh dunia, terjadi kebutuhan yang tinggi akan peralatan esensial untuk merawat COVID-19, sehingga ventilator-ventilator ini akan memberikan dampak yang signifikan dalam perawatan kritis terhadap pasien-pasien yang paling terdampak di seluruh Indonesia,” ujar Dr N. Paranietharan, Perwakilan WHO untuk Indonesia.
“Dengan bekerja sama dalam solidaritas, kita dapat menghadapi beberapa kebutuhan kesehatan vital.”
Ventilator-ventilator ini akan didistribusikan kepada fasilitas-fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia yang sangat membutuhkan, dan pengiriman ventilator-ventilator berikutnya akan tiba dalam beberapa hari ke depan.

Keterangan: Dr Vinod Kumar Bura (ketiga dari kanan), mewakili WHO, serta perwakilan UNDP dan IOM menyerahkan plaket kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam upacara penyerahan simbolik tanggal 2 Juni 2020. Kredit: UNDP Indonesia
Ventilator-ventilator ini tiba di Jakarta pada akhir bulan Mei bagian dari upaya bersama oleh ketiga badan PBB tersebut untuk memberikan bantuan kepada Pemerintah Indonesia dalam responsnya terhadap COVID-19.
Dalam satu bulan mendatang, WHO, UNDP, dan IOM bersama-sama akan memberikan total 33 ventilator kepada Indonesia, di mana 27 di antaranya didapatkan dari kemitraan WHO dengan Pemerintah Jepang.
“Jepang senang dapat membantu Indonesia pada saat kemitraan sangat dibutuhkan untuk mengatasi tantangan-tantangan pandemi COVID-19 dan memberikan perawatan kepada yang membutuhkan,” ujar Ishii Masafumi, Duta Besar Jepang untuk Indonesia.
Pemerintah Jepang memberikan kontribusi sebesar US$11,5 juta kepada Kantor WHO Kawasan Asia Tenggara dan kantor perwakilan di Indonesia untuk kegiatan-kegiatan terkait respons COVID-19 di Indonesia. Dana ini akan digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang menekan transmisi COVID-19 antarmanusia dan memberikan perawatan bagi pasien-pasien yang terdampak COVID-19 dan keluarganya, termasuk donasi 150 ventilator.
Meskipun banyak pasien terdampak COVID-19 tidak memerlukan perawatan di rumah sakit, bagi pasien sakit parah yang paru-parunya telah rusak akibat penyakit ini, ventilator dapat membantu pernapasan dengan cara mendorong masuk udara yang kaya akan oksigen ke dalam paru-paru. Ventilator diharapkan membantu pasien melawan virus ini serta untuk pulih.
“Di seluruh dunia, terjadi kebutuhan yang tinggi akan peralatan esensial untuk merawat COVID-19, sehingga ventilator-ventilator ini akan memberikan dampak yang signifikan dalam perawatan kritis terhadap pasien-pasien yang paling terdampak di seluruh Indonesia,” ujar Dr N. Paranietharan, Perwakilan WHO untuk Indonesia.
“Dengan bekerja sama dalam solidaritas, kita dapat menghadapi beberapa kebutuhan kesehatan vital.”
Ventilator-ventilator ini akan didistribusikan kepada fasilitas-fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia yang sangat membutuhkan, dan pengiriman ventilator-ventilator berikutnya akan tiba dalam beberapa hari ke depan.

Keterangan: Dr Vinod Kumar Bura (ketiga dari kanan), mewakili WHO, serta perwakilan UNDP dan IOM menyerahkan plaket kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam upacara penyerahan simbolik tanggal 2 Juni 2020. Kredit: UNDP Indonesia